Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Banjir Jayapura, bukan Hal Aneh

Kondisi mobil di depan rumah pada saat banjir

Hari Jumat 7 Januari 2022 merupakan hari yang kelabuh bagi sebagian masyarakat Jayapura dan sekitarnya. Hujan sepanjang malam menyebabkan banjir dimana-mana. Hujan yang berlangsung dari hari Kamis jam 11 malam hingga pagi benar-benar mengagetkan masyarakat di Jayapura. Saya juga yang baru tinggal di Jayapura sekitar 2 bulan ini benar-benar kaget dan tidak menyangka bahwa banjir akan setinggi itu. oleh karena banyak yang tidak mengira bahwa banjir akan tinggi makanya banyak pula yang terjebak, tidak ada pilihan lain lagi selain menyelamatkan diri tanpa bisa menyelamatkan barang-barang.
Kondisi mobil di garasi pada saat banjir

Bila dilihat kondisi tata ruang dan pengelolaan sampah di Jayapura, maka banjir yang terjadi pada tanggal 7 Januari 2022 itu bukanlah hal yang aneh. Bahkan pendeta yang khotbah di gereja kemarin mengatakan bahwa dia sudah lama memprediksi bila satu kali hujan dengan intensitas tinggi maka wilayah Jayapura akan dilandah banjir. Bagaimana tidak, bangunan dibangun di daerah yang seharusnya jadi resapan air. Saluran air yang sudah sempit makin diperparah dengan kebiasaan masyarakat membuang sampah sembarangan. Jadilah air bingung mau mengalir kemana. Dan terjadilah banjir bandang yang menyebabkan korban jiwa dan kerugian materi yang begitu besar. 

Bila tidak segera berbenah, maka kejadian serupa akan selalu berulang. Sebenarnya untuk upaya penanggulangan sampah di Jayapura menurut saya sudah lumayan bagus. Salah satunya dengan diterbitkan Perda tentang larangan penggunaan kantong plastik pada pusat-pusat perbelanjaan di Kota Jayapura. Dengan demikian masyarakat akan terbiasa untuk menggunakan tas yang dapat dipakai berkali-kali. Namun, upaya tersebut masih terbatas pada pusat-pusat perbelanjaan. Tidak dibarengi di kios-kios yang jumlahnya ribuan dan punya pengaruh yang besar dalam hidup masyarakat. Selain itu, dibutuhkan ketegasan pemerintah dalam mengelola sungai dan saluran air lainnya. Demikian pula perlu mengatur pemberian IMB bagi bangunan di lokasi resapan air. Sepertinya jayapura sudah waktunya mengadopsi kerja keras Jakarta dalam menangani banjir. Dengan menyiapkan mesin alkon untuk menyedot pada genangan-genangan bajir, petugas-petugas khusus yang memeriksa saluran air, serta penyiapan alat berat untuk mengeruk dasar sungai. 

Posting Komentar untuk "Banjir Jayapura, bukan Hal Aneh"