Wadibu, Destinasi Wisata Alam Bawah Air Biak

Wisata di Biak memang tidak ada habisnya. Selain wisata alam di darat (keindahan alam) dan juga wisata sejarah (khususnya peninggalan perang dunia ke-2). Alam bawah airnya juga tak kalah menakjubkan. Di bulan Februari 2021, saat sedang melakukan proses penyidikan terhadap dua orang pelaku penangkapan ikan dengan bom, di sela-sela kegiatan, saya menjajaki keindahan bawah laut Biak dengan ikut serta dalam kegiatan selam yang dilaksanakan oleh  komunitas selam Blue Fins Dive Comunity yang terdiri atas personil Stasiun Pengawasan SDKP Biak bersama dengan TNI Angkatan Udara di Biak. Kegiatan ini sebagai hiburan di akhir pekan.

Selain sebagai hiburan, kegiatan ini juga sebagai kegiatan pemantauan kondisi terumbu karang yang merupakan salah satu tugas dari pengawas perikanan Stasiun Pengawasan SDKP Biak.

Wadibu... itulah nama lokasi penyelaman. jaraknya sekitar 1 jam dari kota Biak dengan kendaraan roda empat. Menyusuri perjalanan menuju Wadibu, kita melalui perkampungan penduduk. Memasuki sekitar pantai Wadibu, kita disuguhi pemandangan laut biru, pasir putih dan udara yang sejuk karena di lokasi tersebut hanya ada satu rumah tinggal. Hanya saja, pada saat kami datang di Wadibu pada  hari Minggu sehingga pengunjung lagi ramai. 

Adalah kerugian besar jika berkunjung ke Wadibu dan tidak melakukan penyelaman (diving).  Alam bawah airnya sangat menakjubkan, karang meja, dan akar bahar merupakan salah satu ciri khasnya. Hingga kedalaman 20 meter masih dijumpai karang yang indah. Kejernihan perairan menjadi faktor pendukung sehingga kondisi terumbu karang masih dalam kondisi yang baik.

Makanya itu, pelaku pengeboman ikan yang sementara kami proses penyidikan mungkin tidak pernah memikirkan dampak dari penggunaan bahan peledak. Butuh sekitar 50 tahun untuk mengembalikan kondisi terumbu karang yang rusak. Selain itu, penggunaan bahan peledak berpengaruh secara luas dengan radius sekitar 100 meter.






Posting Komentar untuk "Wadibu, Destinasi Wisata Alam Bawah Air Biak"